Resistansi Konduktor DC yang Berlebihan
Kabel tembaga pada kabel dan kabel harus terbuat dari tembaga elektrolitik dengan kemurnian tinggi, yang menghasilkan untaian yang seragam dan berkilau. Namun, beberapa produsen menggunakan tembaga daur ulang untuk memaksimalkan keuntungan atau mengambil jalan pintas dengan mengurangi penampang tembaga, yang menyebabkan kelebihan resistansi DC konduktor. Untuk menghindari masalah ini, opsi berkualitas tinggi seperti Silicone Braided Wire menggunakan konduktor tembaga kaleng premium yang memastikan konduktivitas yang sangat baik dan mencegah korosi. Selain itu, Kawat Paralel Silikon diproduksi secara ketat dengan dimensi penampang yang presisi, menjamin transmisi arus yang stabil dan mencegah hambatan berlebihan dalam aplikasi elektronik.

Sifat Mekanik Bahan Insulasi dan Selubung yang Tidak Memenuhi Syarat (Kekuatan Tarik dan Pemanjangan Putus)
Beberapa kabel dan kabel menggunakan plastik daur ulang untuk bahan insulasi dan selubungnya. Akibatnya, kekuatan tarik dan perpanjangan putusnya gagal memenuhi persyaratan operasional. Degradasi mekanis membuat kabel rentan putus, menyebabkan konduktor bertegangan terbuka dan berpotensi menyebabkan korsleting dan kebocoran muatan. Sebaliknya, Silicone Double Insulated Wire memberikan lapisan tambahan karet silikon berkekuatan tinggi, yang secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik dan fleksibilitas. Selain itu, Kawat Jalinan Silikon menggabungkan anyaman fiberglass dan jalinan resin silikon, menawarkan perlindungan mekanis yang unggul terhadap abrasi dan mencegah insulasi robek atau pecah karena tekanan.
Uji Ekstensi Panas yang Tidak Memenuhi Syarat untuk Insulasi Kabel Tegangan Tinggi
Beberapa produk individual gagal dalam uji ekstensi panas untuk insulasi, sehingga menunjukkan fenomena leleh. Dalam kondisi suhu tinggi, hal ini dapat dengan mudah menyebabkan kecelakaan arus pendek. Kabel berperforma tinggi dirancang khusus untuk mengatasi kelemahan ini. Kawat Berisolasi Ganda Silikon dan Kawat Jalinan Silikon dirancang untuk tahan terhadap suhu pengoperasian ekstrem mulai dari -60°C hingga +200°C tanpa meleleh atau rusak. Stabilitas termal yang luar biasa ini memastikannya dengan mudah lulus uji ekstensi panas, menjaga integritas struktural dan keamanan kelistrikannya bahkan di lingkungan yang sulit seperti kompartemen mesin otomotif atau mesin industri.
